Menu Content/Inhalt
          

Main Menu

Home
Mail Kemenpera
PPID
RAKONREG 2014
CPNS 2014
Kamus Istilah
Perpustakaan
Buku tamu
Forum Diskusi
Contact
 
 

Website Unit Eselon I

Sekretariat
Deputi Pembiayaan
Deputi Bidang
Perumahan Formal
Deputi Perumahan Swadaya
Deputi Pengembangan Kawasan
Inspektorat
BLU

Bergabung di Milis
Perumahan Rakyat

    
Page : - 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 - 11 - 12 - 13 - 14 - 15 - 16 - 17 - 18 - 19 - 20 - 21 - 22 - 23 - 24 - 25 - 26 - 27 - 28 - 29 - 30 - 31 - 32 - 33 - 34 - 35 - 36 - 37 - 38 - 39 - 40 - 41 - 42 - 43 - 44 - 45 - 46 - 47 - 48 - 49 - 50 - 51 - 52 - 53 - 54 - 55 - 56 - 57 - 58 - 59 - 60 - 61 - 62 - 63 - 64 - 65 - 66 - 67 - 68 - 69 - 70 - 71 - 72 - 73 - 74 - 75 - 76 - 77 - 78 - 79 - 80 - 81 - 82 - 83 - 84 - 85 - 86 - 87 - 88 - 89 - 90 - 91 - 92 - 93 - 94 - 95 - 96 - 97 - 98 - 99 - 100 - 101 - 102 - 103 - 104 - 105 - 106 - 107 - 108 - 109 - 110 - 111 - 112 - 113 - 114 - 115 - 116 - 117 - 118 - 119 - 120 - 121 - 122 - 123 - 124 - 125 - 126 - 127 - 128 - 129 - 130 - 131 - 132 - 133 - 134 - 135 - 136 - 137 - 138 - 139 - 140 - 141 - 142 - 143 - 144 - 145 - 146 - 147 - 148 - 149 - 150 - 151 - 152 - 153 - 154 - 155 - 156 - 157 - 158 - 159 - 160 - 161 - 162 - 163 - 164 - 165 - 166 - 167 - 168 - 169 - 170 - 171 - 172 - 173 - 174 - 175 - 176 - 177 - 178 - 179 - 180 - 181 - 182 - 183 - 184 - 185 - 186 - 187 - 188 - 189 - 190 - 191 - 192 - 193 - 194 - 195 - 196 - 197 - 198 - 199 - 200 - 201 - 202 - 203 - 204 - 205 - 206 - 207 - 208 - 209 - 210 - 211 - 212 - 213 - 214


Abdul Cholik

Tanggal Posting : 28-Oct-2014 01:0
Alamat Email : akang_aril@yahoo.com

Perihal : Perbaikan Rumah

Uraian :
Assalamu'alaikum, Dengan Hormat. Dengan ini saya mengadu bahwa ada rumah yang tidak layak huni di Kp. Palembangan, Desa Palembangan Kec. Kragilan atas nama KK Bapak Solihin, mohon untuk diperbaiki karna sudah tidak layak untuk dihuni. Mohon perhatian Pemerintah Indonesia yang makmur, atas bantuannya, terima kasih

Jawaban : Menunggu

Achmad Radian Amin

Tanggal Posting : 27-Oct-2014 14:4
Alamat Email : ian.radian@yahoo.com

Perihal : Permasalahan Developer

Uraian :
Dh, Biro Hukum Menpera. Saya adalah salah satu konsumen perumahan Princess City Regency Cilodong Depok, mohon dapat membantu permasalahan saya sebagai salah satu konsumen di perumahan tersebut yang dikecewakan oleh developer dalam pembangunan rumah tersebut diantaranya, 1. pembangunan tidak sesuai brosur/rumah contoh 2. penyelesaian pembangunan tidak sesuai yang dijanjikan marketing pada saat akad kredit 3. mengabaikan komplain konsumen, 4. Pembangunan tidak rapih. dsb. saya berharap dengan bantuan kemenpera permasalahan saya dan konsumen lainnya di perum tersebut bisa teratasi dengan cepat. terima kasih. salam. radian

Jawaban : Menunggu

Ratna Dwiyani Nawangsasi

Tanggal Posting : 24-Oct-2014 11:0
Alamat Email : ratnanawangsasi@yahoo.com

Perihal : Pengumuman Hasil TKD CPNS 2014

Uraian :
Yth Kepala Biro Kepegawaian Dengan Hormat, Mengenai hasil pengumuman kelulusan TKD CPNS Kemenpera 2014 apakah sudah keluar? Mohon informasinya. Terimakasih. Salam, Ratna Dwiyani

Jawaban : Menunggu

amir rudin

Tanggal Posting : 21-Oct-2014 18:0
Alamat Email : amirrudin400@ymail.com

Perihal : syarat mendapatkan bantuan rumah

Uraian :
saya ingin agar rumah milik mertua saya di betulkan karna sudah kurang layak untuk dihuni, bagai mana caranya agar mendapatkan bantuan dari pemerintah, dan saya juga ingin kredit rumah bersubsidi ,mohon bantuannya terimakasih

Jawaban : Menunggu

merry

Tanggal Posting : 20-Oct-2014 13:1
Alamat Email : Merry@yahoo.com

Perihal : Hasil CPNS

Uraian :
Yth Kepala Biro Hukum dan Kepegawaian saya ingin menanyakan seluruh nama peserta beserta hasil tes cpns 2014 , terima kasih

Jawaban : Menunggu

irianto

Tanggal Posting : 16-Oct-2014 05:4
Alamat Email : randy@yahoo.co.id

Perihal : pengaduan

Uraian :
saya skrg sdg mengambil rumah bersubsidi yg berlokasi di kampung Doyo baru Distrik Waibu Kabupaten Jayapura Provinsi Papua dgn pengembang CENDERAWASIH EFFATA, dan skrg msh dlm proses pembangunan tapi dlm proses tersebut terdapat banyak hal yg tidak sesuai dgn apa yg terdapat pd brosur mrk, sbgi contoh: luas tanah yang kami miliki tidak sesuai dgn yg ada pd brosur dan standar keamanan dari rumah tersebutpun jauh dari aman. Mohon tindak lanjutnya.

Jawaban : Menunggu

Drs. haryono, SH

Tanggal Posting : 15-Oct-2014 20:3
Alamat Email : slank_harry@yahoo.com

Perihal : berita rusunawa banyuwangi ta. 2013di media kami, Tabloid Prestasi

Uraian :
BELUM SERAH TERIMA, PROYEK RUSUNAWA SUDAH PECAH DAN RETAK WT : ..... seharusnya harus sesuai bestek, belum serah terima kok Kok pecah, maneh akeh seng bocor...., Pembangunan Rusunawa 2 lokasi di Kab. Banyuwangi ditengarai asal asalan. Banyaknya bangunan yang pecah dan retak di setiap unit. Keretakan itu diduga bangunan tidak sesuai bestek yang ada. Bahkan bangunan bernilai milyaran dari dana APBN tahun 2013 itu masih terkatung katung hingga kini. Hal itu diduga tidak sesuai bestek yang ada. Lantas bagaimana sikap instansi terkait proyek tersebut?. Berikut penelusuran wartawan prestasi Drs. Haryono, SH yang ditulis secara bersambung. BANYUWANGI Mega Proyek 2 Rusunawa di Kab. Banyuwangi yang dikerjakan PT Brantas Abipraya bersumber dari dana APBN senilai sekitar Rp. 3,2 miliar per unit diduga tidak sesuai bestek. Selain itu bangunan itu asal asalan. Hal ini terlihat jelas pada struktur perencanaan yang mencakup 4 kriteria diantaranya, Ketetapan: letak ruang dalam gedung, bentang ketinggian, Persyaratan struktur: struktur dapat memuat semua beban yang direncanakan, Gedung tinggi harus mempunya beberapa kriteria diantaranya, Nyaman yakni, bangunan tidak melendut secara berlebihan, retak, pecah, terangkat, bergetar dll yang dapat mengganggu fungsi bangunan, Awet : dapat digunakan dalam waktu lama, Desain dan ekonomis. Ternyata di Pek Dinding, Bangunan banyak yang retak dan pecah. Rusunawa di Ponpes Darussalam Blok Agung dan Ponpes yang diasuh KH. Suyuti Thoha di kedungungu Kalipahit misalnya. Kedua Rusunawa selain setiap unitnya banyak yang retak dan pecah, finishingnya juga amburadul. Hal itu dipicu gara gara banyaknya finishing yang melendut. ini terlihat jelas setiap sudut bangunan dan plamir dinding, Plafon serta tembok. Diduga pekerjaan yang dikerjaan PT Brantas Jakarta itu asal asalan. Selain itu untuk Pek. Pintu, daun pintu Pihak rekanan menggunakan Triplek dengan ketebalan 3 mm, sedang di bagian plafon bangunan banyak yang bocor, sehingga terlihat hitam di beberapa lokasi. Disamping itu papan nama Proyekpun tidak terpasang sehingga keberadaan mega proyek ini layaknya Proyek gelap. Kalau melihat Juknis dari Kemenpera pelaksanaan pembangunan hanya 6 bulan dan pemeliharaannya 6 bulan. Tapi sayang sampai saat ini (sudah 9 bulan berjalan,red) bangunan itu belum rampung bahkan terkatung katung. Menurut warga sekitar di ponpes yang diasuh KH. Suyuti Thoha mengatakan, papan nama pernah dipasang namun itu sudah tidak terlihat lagi. Papan nama proyek pernah dipasang waktu ada kementerian datang, setelah itu dicopot lagi, sampai sekarang gak dipasang, tukasnya ketika salah satu warga ditanya Prestasi tentang papan nama proyek. Beda dengan pengelola Rusunawa dari ponpes Darussalan Blok agung yang tidak mau disebut namanya. Menurutnya, dia pergi ke surabaya untuk menanyakan perkembangan dan kelanjutan proyek rusunawa yang dukelolanya. Lagi di Surabaya, akan saya tanyakan pada PT Brantas kenapa sampai saat ini bangunan belum kelar, padahal jadwal waktu pelaksanaan sudah abis. Sebetulnya Rusunawa itu ikut anggaran tahun 2013, tapi pihak PT mengerjakannya di awal tahun 2014, berarti kurang lebih 9 bulan berjalan, dan saya akan menanyakan kondisi bangunan yang udah pecah dan retak. Dan kalau di Surabaya tidak ada tanggapan, maka saya akan berangkat ke jakarta, ke kementerian, masak bangunan belum ditempati sudah pecah, Tukasnya ketika dihubungi Prestasi Via selulernya beberapa hari lalu. Sedang menurut warga berinisial WT menandaskan, bahwa bangunan apa saja yang berhubungan dengan kontraktual harus sesuai dengan juknis yang ada. Seharusnya bangunan sesuai bestek. Pengerjaannya harus sesuai RAB, belum serah terima kok pecah kabeh, akeh seng bocor maneh, gak boleh seenaknya, ya harus diongkar, terus gimana pengawasnya, kok dibiarkan, apa sengaja Dia ( pengawas, red) tutup mata, wah bisa - bisa pengawas nanti kena pasal pembiaran (UU kontruksi, red) tandasnya enteng ketika melihat foto kontruksi bangunan yang memprihatinkan. Sedang menurut HR, SH, Warga yang mengerti tentang UU Kontruksi. Kalau dikaji dari Undang Undang Kontruksi No. 18 tahun 1999, Bab VI Pasal 26 ayat 1 disitu disebutkan, Jika terjadi Kegagalan bangunan karena kesalahan perencana atau pengawas kontruksi, dan hal tersebut terbukti menimbulkan kerugian pihak lain, maka Pengawas kontruksi wajib bertanggungjawab sesuai dengan bidang profesi dan dikenakan ganti rugi. Untuk Pasal 2 menyebutkan, Jika terjadi kegagalan bangunan yang disebabkan karena kesalahan pelaksana kontruksi dan hal tersebut terbukti menimbulkan kerugian bagi pihak lain, maka pelaksana kontruksi wajib bertanggung jawab sesuai dengan bidang usaha dan dikenakan ganti rugi, disitu kan sudah jelas, bahwa Pelaksana kontruksi maupun Pengawas harus bertanggungjawab tentang pelaksanaan pekerjaan. Ketika ditanya sanksi untuk keduanya HR, SH menjelaskan, untuk Sanksi ada 2 macam yakni, Sanksi Administratif dan Sanksi Pidana. (UU Kontruksi No. 18 Tahun 1999, Bab X pasal 41 yang menjelaskan, penyelenggara pekerjaan kontruksi dapat dikenai sanksi administratif dan atau pidana atas pelanggaran Undang undang ini (UU Kontruksi no. 18 tahun 1999,red) dan Pasal 42 ayat 1 dan 2. Untuk Sanksi Administratif bisa berupa: Peringatan tertulis, Penghentian sementara pekerkaan kontruksi, Pembatasan kegiatan, Pembekuan Izin Usaha dan Pencabutan izin usaha sedang. Sedang Sanksi pidanyanya ada di Pasal 43 ayat 2 yang berbunyi: Barang siapa yang melakukan pelaksanaan pekerjaan kontruksi yang bertentangan atau tidak sesuai bangunan dikenakan pidana 5 (lima) tahun penjara atau dikenakan denda paling banyak 5% dari nilai kontrak sedang Pasal 43 ayat 3 menyebutkan, barang siapa yang melakukan Pengawasan pelaksanaan pekerjaan dengan sengaja memberi kesempatan kepada orang lain yang melaksanakan pekerjaan kontruksi melakukan penyimpangan terhadap ketentuan keteknikan dan menyebabkan timbulnya kegagalan pekerjaan kontruksi atau kegagalan bangunan dikenai pidana paling lama 5 (Lima) tahun penjara atau dilkenakan denda paling banyak 10% dari nilai kontrak, jelas Praktisi Hukum yang mengenal UU Kontruksi diamini rekannya berinisial WT di suatu tempat beberapa hari lalu. Bersambung

Jawaban : Menunggu

Henny

Tanggal Posting : 15-Oct-2014 07:2
Alamat Email : kikyamaliaanoy@gmail.com

Perihal : Apartemen Macet

Uraian :
Sy membeli apartemen sejak 2012 di Balikpapan, sd saat ini blum ada fisik samasekali di lapangan, pengembang selalu berjanji2, dan menagih angsuran tepat waktu, juga konsep bahkan ukuran apartemen selalu berubah dari thn 2012 tanpa pemberitahuan ke kami konsumen, sy curiga ini produk bodong, bbrp kali sy cek dn tanyakan, karyawan selalu berganti2 alasan tlah resign, dan sy baru mengetahui ternyata apartemen keseluruhan tsb blum ada IMB samasekali, sejak th 2012 sd akhir 2014tetapi bank Mutiara (century) kok bisa memberikan kredit ke Konsumen? Apa bisa begitu? yg saya tau Bank ini adalah Bank kasus korupsi. Bbrp kali sy diminta ttd PPJB, krn pengembang berjanji juni 2015 sdh selesai, tp sd saat ini di lapangan masih berupa tanah kosong saja. Mohon diperiksa pengembang ini ternyata memiliki 3 nama PT berbeda2: PT. Mitra Gemilang Mahakarya, PT. Mitra Gemilang Mahacipta, PT. Mitra Gemilang Mahasukses. Alamat di Tangerang dan Balikpapan: Jl. Syarifudin Yoes No 01 Balikpapan (CBD Balikpapan) TERIMA KASIH

Jawaban : Menunggu

afifah

Tanggal Posting : 14-Oct-2014 12:2
Alamat Email : fifa_nfriends@yahoo.co.id

Perihal : program bedah rumah kemenpera

Uraian :
mohon kemenpera mengkroscek langsung perihal program bedah rumah di desa Sidomulyo Kec. Pagerbarang Kab. tegal. Prov. Jawa Tengah. Setahu saya (di tempat tinggal saya di kab. jombang tatim) seseorang menerima program bedah rumah karena warga desa/ kelurahan setempat yg mengusulkan dikarenakan kondisi dan keadaan orang tsbt. namun beda halnya di desa sidomulyo kec. pagerbarang kab. tegal jateng (tempat tinggal ibu saya). Banyak warga yag didata, setelah didata kelurahan mengatakan siap-siap karena ini nanti rejeki-rejekian atau nasib-nasiban. Alhasil program bedah rumah tidak tepat sasaran. Banyak yg protes namun aparat desa menjawab itu yg pilih komputer. Apakah seperti itu aparat desa menjawab, seolah-olah tdk tahu prosedur program rumah rakyat kemenpera. Bukankah yg mengetahui keadaan warganya itu kelurahan tsbt. Mohon segera ditindaklajuti utk dikroscek karena kesenjangan sudah terjadi

Jawaban : Menunggu

Ali Purnomo

Tanggal Posting : 14-Oct-2014 09:2
Alamat Email : alipurnomo_2807@yahoo.com

Perihal : Kredit Pemilikan Rumah

Uraian :
Adakah Perumahan yg di Subsidi Pemerintah untuk Warga Negara Indonesia dengan nominal gaji Rp. 3.000.000,00 ,setiap pengajuan KPR pasti kendala di bank , adakah bank Pemerintah atwpun bank swasta setiap ingin kepimilikan rumah sederhana dengan gaji UMR tersebut

Jawaban : Menunggu